sungaibersih2020

Sungaiku Bersih Sungaiku Jernih

Penelitian

leave a comment »

2004

KAJIAN POTENSI ALIRAN SUNGAI CISADANE SEBAGAI SUMBER AIR BAKU DALAM RANGKA PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA BOGOR

Undergraduate Theses from JBPTITBTL / 2005-01-27 10:40:51
Oleh : Yuniria Mukmin, Department_of_Environmental_Engineering
Dibuat : 2004-00-00, dengan 1 file

Keyword : Debit aliran dasar, Sungai Cisadane,Sungai Ciliwung, waduk, PDAM Bogor

Sungai Cisadane merupakan satu-satunya air permukaan yang menjadi sumber air baku PDAM Kota Bogor saat ini. Masalah yang timbul adalah bahwa debit minimum harian Sungai Cisadane. Jika hal ini terus dibiarkan, maka Sungai Cisadane akan mengalami nasib yang sama dengan Sungai Ciliwung yang sudah tidak digunakan sebagi sumber air baku air minum karena kuantitas dan kualitas sungainya yang tidak memadai. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji potensi debit Sungai Cisadane dalam memenuhi debit yang diharapkan, yaitu debit intake air baku oleh PDAM Bogor. Potensi debit umumnya dinilai dari debit minimum sungai yang terjadi pada musim kering. Karena debit sungai merupakan variabel acak, rnaka untuk menentukan potensi debit sungai perlu dicari karakteristik sungai terlebih dahulu dengan pencocokan fungsi probabilitas tertentu terhadap data observasi (Chow, 1964). Hal ini menyebabkan metode analisis statistik atas dasar teori probabilitas dianggap inetode yang paling tepat untuk menganalisis data debit. Pemilihan fungsi distribusi dapat dilakukan dengan uji goodness-of-fit yaitu suatu pengujian untuk menentukan tingkat kesesuaian antara sampel dengan fungsi distribusi teoritis tertentu. Dengan menerapkan uji goodness-of-fit. dapat ditentukan potensi sungai dalam memenuhi air baku PDAM dalam bentuk debit andalan dan kurva peluang debit andalan. Jika debit andalan Sungai Cisadane tidak dapat memenuhi kebutuhan air baku , Bmaka perlu dibangun waduk yang dapat menambah debit andalan. Volume waduk dapat dicari dengan menggunakan dua metode, yaitu metode kurva durasi aliran dan Metode Hurst. Dan penelitian diketahui bahwa tidak didapatkan suatu fungsi distnbusi terbaik yang sesuai untuk Sungai Cisadane, namun terdapat kecenderungan pada distribusi Gumbel dan Log-Pearson III. Penelitian juga memberikan basil bahwa dengan menggunakan waduk, debit aliran dasar meningkat dari 44 m3/det menjadi 63,8 m3/det.

Sumber: http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbtl-gdl-s1-2004-yuniriamuk-164&q=Sungai

2006

Kajian kualitas air DAS Sungai Cisadane dan Ciliwung

Dikirim oleh : ayu

Tanggal upload data: 30 Maret 2006
Bidang Penelitian:Kualitas air sungai
Pelaksana Proyek: Yani, Mohamad Bey, Ahmad Ciptadi, Wakhyudin
Abstrak:
Dilakukan survei pada saat musim hujan (Februari) dan kemarau (Juni). Analisis kualitas air meliputi parameter kimia, fisika, dan komponen biologi perairan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter fisik dan kimia air Sungai Cisadane dan Ciliwung masih memenuhi batas maksimum yang diperbolehkan, terutama bagian hulu dan tengah Sungai Ciliwung. Akan tetapi kadar Hg yang cukup tinggi sudah mulai terdeteksi di daerah tengah sungai Ciliwung. Parameter koliform pada musim kemarau, masih memenuhi batas maksimum yang dianjurkan. Indeks kualitas air yang dicirikan oleh nilai indeks kualitas lingkungan musim hujan sedikit lebih baik dibandingkan pada musim kemarau. Indeks nilai guna air minum Sungai Cisadane menunjukkan kondisi baik sampai sedang, sementara Ciliwung pada musim hujan tergolong baik dan musim kemarau buruk. Keragaman plankton dan benthos di Cisadane menunjukkan derajat pencemaran rendah sampai sedang sementara di Ciliwung antara sedang dan berat.
Tersedia di:
Pusat Dokumentasi Informasi Ilmiah LIPI (PDII-LIPI)

Sumber: http://www.telukjakarta.net/index.php?q=node/Daratan:SungaiDanDanau:KualitasAir/laporan_proyek/28

Cisadane River water Pollution

Kumoro Palupi.

Abstract :

Sungai Cisadane berfungsi sabagai sumber air baku untuk sistem penyediaan air bersih wilayah Serpong dan Tangering, Kabupaten Tangerang. Meskipun demikian, sungai Cisadane berfungsi pula sebagai tempat pembuangan limbah bagi rumah tangga dan yang berlokasi di sepanjang sungai tersebut.

Untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat pencemaran airnya, pada bulan September 1992 telah dilakukan pengambilan sampel air sungai Cisadane. Sampel air diambil di sebelah hulu intake instalasi pengolahan air ddi Cikokol (Tangerang) dan Serpong, masing-masing sebanyak lima dan tiga lokasi. Sebanyak 21 parameter dianalisis, kemudian dihitung Individual Index (II) dan Pollution Index (PI)-nya.

Hasil yang diperoleh, yang menggambarkan kualitas pencemaran air sungai Cisadane pada saat ini, adalah sebagai berikut :

  1. Tangerang PI=1891. Pencemaran utama adalah fenol, dengan II = 110 dan lemak dan minyak dengan 11 = 2670
  2. Serpong PI = 574. Pencemar utama adalah fenol, dengan II = 810.
  3. Parameter lain yang mempunyai II > 1 adalah oksigen terlarut, fosfat, zat besi, fecal coli,nitrat, COD dan zat padat tersuspensi. Hasil tersebut menggambarkan bahwa sungai Cisadane telah tercemar oleh limbah industri dan rumah tangga, serta mungkin pula telah limbah pertanian, peternakan dan perbengkelan.

Sumber: http://www.litbang.depkes.go.id/Publikasi_BPPK/Buletin_BPPK/BUL94.HTM#e

FLUKTUASI KANDUNGAN ZAT HARA FOSFAT DAN NITRAT DI PERAIRAN ESTUARI CISADANE

Muswerry Muchtar
Pusat Penelitian Oseanografi – LIPI, Jl. Pasir Putih 1, Ancol Timur, Jakarta – 11048

ABSTRAK
Penelitian kandungan zat hara fosfat dan nitrat di perairan Estuari Cisadane telah dilakukan pada bulan Juni-Juli 2003 dan September 2003, masing-masingnya mewakili Musim Timur dan Musim Peralihan. Kandungan fosfat dan nitrat dalam kolom air dianalisis dengan menggunakan metoda Spektrofotometri. Secara keseluruhan terlihat bahwa kandungan kedua zat hara ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan Selat Sunda dan Selat Malaka dan menunjukkan distribusi yang beraturan dengan semakin rendahnya ke arah laut lepas. Fluktuasi kandungan kedua zat hara ini bukan saja tergantung kepada kondisi perairan itu sendiri tapi juga dipengaruh oleh masa air dari daratan dan hutan mangrove sekitarnya.

Kata kunci : Estuari Cisadane, fluktuasi, kandungan zat hara fosfat, nitrat

Sumber: http://www.faperta.ugm.ac.id/semnaskan/abstrak/prosiding2004/abstrak_bidang_mspi.php

KADAR NITROGEN DI PERAIRAN SEKITAR SUNGAI CISADANE

Tjutju Susana
Bidang Dinamika Laut, Pusat Penelitian Oseanografi-LIPI, Jakarta

ABSTRAK
Penelitian yang telah dilaksanakan di perairan sekitar Sungai Cisadane tahun 2003, menunjukkan terjadinya perbedaan kadar nitrogen yang mencolok antara di dalam dan luar Sungai Cisadane. Dalam Sungai Cisadane terjadi dominasi senyawa nitrat, kadarnya mencapai hampir 30 µgA/l, sedangkan di luar Sungai Cisadane yang terjadi adalah dominasi senyawa ammonia yang kadarnya mencapai 2 µgA/l. Faktor lingkungan lebih berpengaruh terhadap kondisi senyawa nitrogen baik di dalam maupun luar Sungai Cisadane.

Kata kunci: nitrogen, Sungai Cisadan
Sumber: http://www.faperta.ugm.ac.id/semnaskan/abstrak/prosiding2004/abstrak_bidang_mspi.php

DISTRIBUSI LOGAM BERAT DALAM AIR DAN SEDIMEN DI PERAIRAN MUARA SUNGAI CISADANE

Endang Rochyatun, M. Taufik Kaisupy dan Abdul Rozak

Kelompok Penelitian Pencemaran Laut, Bidang Dinamika Laut, Pusat Penelitian Oseanografi,
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta 14430, Indonesia

Abstrak

Pengamatan terhadap kandungan logam berat dalam air laut dan sedimen telah dilakukan di perairan muara Sungai Cisadane pada bulan Juli dan November 2005. Kadar logam berat dalam air laut lebih rendah dibandingkan di dalam sedimen. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa kadar semua logam berat masih sesuai dengan Nilai Ambang Batas baku mutu air laut yang ditetapkan oleh pemerintah bagi biota, selain itu ada indikasi bahwa logam berat tersebut terakumulasi dalam sedimen. Distribusi logam Pb pada bulan Juli dan logam Cu pada November dengan kadar yang tinggi ditemukan di dekat pantai dan menurun ke arah laut dan pada umumnya ditemukan di muka muara sungai yaitu Sungai Cisadane, Muara Saban dan Tanjung Pasir. Distribusi Pb dan Zn pada bulan November 2005 dengan kadar yang tinggi ditemukan hanya di muka muara Sungai Cisadane. Distribusi kandungan Cd di muara sungai Cisadane di semua stasiun merata, tetapi tidak menunjukkan korelasi antara kadar Cd dengan jarak stasiun terhadap muara. Terlihat bahwa kandungan Cd secara keseluruhan pada bulan Juli dan November 2005 kurang dari 0,001 ppm. Secara umum, kandungan logam berat antar stasiun di lokasi pengamatan menunjukkan distribusi yang seragam, baik stasiun yang berdekatan dengan muara sungai maupun stasiun yang jauh dari muara sungai.

Sumber: http://www.research.ui.ac.id/v1/index.php?option=com_content&task=view&id=49&Itemid=77

PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI SEPANJANG SUNGAI CIHIDEUNG SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI CISADANE BOGOR

Research Report from JKPTUTPP / 2002-12-11 03:15:00
Oleh : JAMALUDIN, UNIVERSITAS TERBUKA
Dibuat : 2002-12-11, dengan 1 file

Keyword : LIMBAH PERTANIAN, PENDAPATAN KELUARGA, SUNGAI CIHIDEUNG, SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI CISADANE

PROGRAM PASCASARJANA  INSTITUT PERTANIAN BOGOR

Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Kontribusinya terhadap Pendapatan Keluarga di Sepanjang Sungai Cihideung Sub Daerah Aliran Sungai Cisadane Bogor. Dibimbing oleh Clara M. Kusharto, selaku Ketua komisi pembimbing, Husaini M. Anwar dan Asep Rustiawan, masing-masing selaku Anggota komisi pembimbing.

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pemanfaatan limbah pertanian dan kontribusinya terhadap pendapatan keluarga pada berbagai usaha tani di sepanjang sungai Cihideung Sub Daerah Aliran Sungai Cisadane Bogor. Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah : 1) mempelajari keadaan sosio-ekonomi, keragaan konsumsi pangan, sanitasi lingkungan dan status gizi keluarga; 2) mengidentifikasi jenis, pola pemanfaatan dan jumlah limbah pertanian berbagai usaha tani; 3) mengetahui kontribusi pendapatan dari pemanfaatan limbah pertanian terhadap pendapatan keluarga; 4) menganalisis hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan limbah pertanian dengan kontribusi pemanfaatan limbah pertanian.

Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian eksploratif-implementatif dengan judul “Bioresources Management System to Support Household Food Security : A Longitudinal Study Among Rural Household In Java”. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret – Juni 1999. Lokasi penelitian dipilih secara purposif dengan mempertimbangkan letak perbedaan ketinggian di sepanjang aliran sungai Cihideung Sub Daerah Aliran Sungai Cisadane : daerah hulu sungai dengan ketinggian 500-640 m dpl dipilih Desa Sukajadi dan daerah hilir sungai dengan ketinggian 100-200 m dpl dipilih Desa Cihideung Ilir. Populasi adalah rumah tangga petani yang mempunyai sedikitnya satu anak balita dan melakukan usaha tani. Contoh diambil secara acak dari setiap strata kepemilikan lahan yang terdiri dari 75 rumah tangga petani di Desa Sukajadi dan 37 rumah tangga petani di Desa Cihideung Ilir.

Data konsumsi pangan secara kualitatif diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner food frequency, sedangkan konsumsi pangan secara kuantitatif diperoleh dengan metode ”recall 2 x 24 jam” dengan selang waktu sehari. Nilai konsumsi zat gizi dihitung menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan dan Program Food Processor. Data status gizi anak balita diperoleh dengan penimbangan berat badan serta penilaiannya secara antropometri berdasarkan berat badan menurut umur dibandingkan dengan baku NCHS. Data status gizi ibu diperoleh dengan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, penilaiannya secara antropometri dengan menggunakan indeks massa tubuh (IMT) yang merujuk ketentuan WHO/FAO. Data potensi dan pemanfatan limbah pertanian serta sanitasi lingkungan dikumpulkan dengan wawancara berdasarkan kuesioner dan pengamatan langsung ke lapangan. Data jumlah limbah didekati dengan pembuatan standar berat yang biasa digunakan di kedua desa, sedangkan data pendapatan setiap jenis limbah pertanian didekati dan didasarkan pada harga setiap jenis limbah pertanian yang berlaku pada saat penelitian di kedua desa. Kemudian data-data yang diperoleh diolah dalam bentuk deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, tabulasi silang, persentase, rataan dan standar deviasi. Sebagian data-data tersebut dianalisis secara statistik menggunakan uji-t, uji korelasi Pearson dan uji Chi-Square. Untuk melihat faktor-faktor yang diduga berhubungan dengan besar kecilnya kontribusi pemanfaatan limbah pertanian digunakan analisis statistik Regresi linier melalui seleksi stepwise.

Rata – rata konsumsi energi dan protein rumah tangga di Desa Sukajadi masing-masing sebesar 1598 kkal dan 36,4 g , sedangkan di Desa Cihideung Ilir sebesar 1513 kkal dan 36,9 g. Rata-rata tingkat kecukupan energi dan protein rumah tangga di Desa Sukajadi sebesar 84,2% dan 88,6%, sedangkan di Desa Cihideung Ilir sebesar 78,8% dan 87,3%. Tingkat kecukupan energi yang tergolong rawan adalah 22,7% rumah tangga di Desa Sukajadi dan 35,1% rumah tangga di Desa Cihideung Ilir. Tingkat kecukupan protein yang tergolong rawan adalah 20,0% rumah tangga di Desa dan 35,1% rumah tangga di Desa Cihideung Ilir.

Rumah tangga yang mempunyai balita dengan status Gizi Baik ( > 80% baku) sebanyak 41,3% di Desa Sukajadi dan 37,8 % di Desa Cihideung Ilir. Masing-masing sebanyak 85,3% dan 73,0% ibu-ibu di Desa Sukajadi dan di Desa Cihideung Ilir berstatus gizi tergolong Normal ( IMT antara 18,5 – 25,0).

Di kedua desa limbah yang banyak dimanfaatkan dari lahan pekarangan yaitu kotoran kambing/domba untuk pupuk kandang dengan cara : sisa-sisa pakan ternak yang kering dibakar dan abu yang dihasilkan dicampur dengan kotoran kambing/domba. Limbah dari lahan kebun-talun umumnya tidak dimanfaatkan disamping jumlahnya sedikit, jenisnya banyak, juga jarak antara tempat tinggal dengan kebun-talun tersebut sangat jauh. Limbah dari lahan tegalan yang dimanfaatkan yaitu batang dan daun jagung untuk pakan ternak dan pupuk hijau dengan cara mengamparkannya dipinggir galangan. Di Desa Sukajadi limbah jagung juga disisipkan diantara tanaman-tanaman lain yang berfungsi sebagai pupuk hijau dan dapat mematikan ilalang. Di Desa Cihideung Ilir limbah jagung digunakan untuk pupuk hijau dengan cara membakarnya, karena lebih praktis dan lebih cepat. Limbah ubi jalar, kacang panjang, talas, kacang buncis berupa batang dan daun dimanfaatkan untuk pupuk hijau dengan cara mengamparkannya atau menimbunnya. Limbah ini juga digunakan untuk pakan ternak. Limbah kacang panjang selain dimanfaatkan untuk pupuk hijau, pakan ternak kerbau/kambing/domba juga untuk pakan ikan.

Limbah singkong seperti daun singkong selain dimanfaatkan untuk pupuk hijau, juga untuk pakan ternak dan ikan. Di Desa Cihideung Ilir limbah singkong (batang) selain untuk bibit juga dimanfaatkan sebagai sumber energi rumah tangga (kayu bakar) dengan cara dikupas kulitnya dan dijemur. Limbah yang dimanfaatkan dari lahan sawah yaitu jerami padi sebagai humus dengan cara mengamparkannya atau menumpukannya dipinggir sawah/galangan , atau membakarnya. Proses ini dilakukan bila limbahnya kering dan jauh dari pemukiman. Di Desa Sukajadi limbah jerami padi juga dimanfaatkan untuk pakan ternak dan untuk membuat atap saung di sawah.

Rata-rata jumlah limbah yang dihasilkan rumah tangga di Desa Sukajadi yaitu 563,6 kg/bulan dengan rata-rata luas lahan 3.089 m2 dan di Desa Cihideung Ilir sebesar 895,8 kg/bulan dengan rata-rata luas lahan 10.780 m2. Lahan sawah di Desa Sukajadi memberikan kontribusi jumlah limbah terbesar (50,7%), sedangkan di Desa Cihideung Ilir dari lahan tegalan (44,6%) terhadap total jumlah limbah pertanian yang dihasilkan. Limbah yang dihasilkan rumah tangga di Desa Sukajadi dan di Desa Cihideung Ilir sebagian besar dimanfaatkan ke lahan sawah (45,2% dan 39,0%) dan tegalan (30,9% dan 38,4%) sebagai pupuk kandang, pupuk hijau atau humus. Limbah yang dihasilkan rumah tangga di Desa Sukajadi dan di Desa Cihideung Ilir sebanyak 75,7% dan 77,5% dikembalikan ke lahan. Rata-rata jumlah limbah yang dimanfaatkan rumah tangga untuk lahan sendiri sebagai pupuk organik, maupun untuk pakan ternak sendiri, konsumsi atau dijual di Desa Sukajadi sebesar 522,7 kg/bulan (92,7%), sedangkan di Desa Cihideung Ilir sebesar 788,8 kg/bulan (88,0%). Rata-rata tingkat pengetahuan suami tentang limbah pertanian di Desa Sukajadi sebesar 43,8%, sedangkan di Desa Cihideung Ilir sebesar 46,6%.

Rata-rata pendapatan dari pemanfaatan limbah pertanian di Desa Sukajadi dan di Desa Cihideung Ilir sebesar Rp. 1.299,00/kapita/bulan dan Rp. 1.068,00/kapita/bulan. Pendapatan dari lahan pekarangan memberikan kontribusi sebesar 62,0% dan 47,5% di Desa Sukajadi dan di Desa Cihideung Ilir terhadap total pendapatan dari pemanfaatan limbah pertanian. Rata-rata pendapatan rumah tangga di Desa Sukajadi dan di Desa Cihideung Ilir sebesar Rp. 41.683,00/kapita/bulan dan Rp. 79.214,00/kapita/bulan. Pendapatan rumah tangga di Desa Sukajadi dan di Desa Cihideung Ilir sebanyak 58,7% dan 51,9% berasal dari usaha tani. Dari hasil perhitungan diperoleh rata-rata pendapatan rumah tangga di Desa Sukajadi dari pemanfaatan limbah pertanian memberikan kontribusi pendapatan sebesar 3,1% terhadap total rata-rata pendapatan rumah tangga, sedangkan di Desa Cihideung Ilir hanya sebesar 1,3%. Rendahnya kontribusi pendapatan dari pemanfaatan limbah pertanian terhadap total pendapatan rumah tangga di kedua desa diduga berkaitan dengan sedikitnya rumah tangga (5,3% dan 13,5%) di Desa Sukajadi dan di Desa Cihideung Ilir yang pernah mendapatkan penyuluhan tentang limbah pertanian dan pemanfaatannya. Alasan lainnya yaitu pemanfaatan limbah pertanian bukan tujuan utama untuk mendapatkan penghasilan rumah tangga.

Di Desa Sukajadi ada 4 faktor yang berpengaruh nyata terhadap kontribusi pemanfatan limbah pertanian (R2 = 0,922, p < 0,05). Keempat faktor tersebut adalah umur suami, lamanya pendidikan suami, tingkat pengetahuan suami tentang limbah pertanian dan pendapatan keluarga. Di Desa Cihideung Ilir ada 3 faktor yang berpengaruh nyata terhadap kontribusi pemanfaatan limbah pertanian (R2 = 0,9906, p < 0,05). Ketiga faktor tersebut yaitu umur suami, tingkat pengetahuan suami tentang limbah pertanian dan jarak tempat limbah pertanian dihasilkan dengan tempat pemanfaatan/pengelolaan limbah pertanian.

Sumber: http://digital.lib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jkptutpp-gdl-res-2002-jamaludin-6154-lingkungan&newtheme=gray

Written by airsungaikelassatu2020

November 16, 2008 at 12:45 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: