sungaibersih2020

Sungaiku Bersih Sungaiku Jernih

Wisata

leave a comment »

Sungai Cisadane
Kabupaten Tangerang – Banten – Indonesia

Arung Jeram di Sungai Cisadane

A. Selayang Pandang

Sungai Cisadane adalah salah satu tujuan wisata alam yang berada di Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten. Sungai yang mempunyai panjang sekitar 80 km dan bersumber dari Gunung Salak dan Gunung Pangrango ini, merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat di sekitarnya, seperti untuk keperluan irigasi, kebutuhan industri, dan sumber air minum. Selain sebagai sumber kehidupan, sungai ini juga berfungsi sebagai tempat wisata alam dan olah raga arung jeram. Sungai Cisadane memiliki beberapa anak sungai, yaitu Cisodong, Cibogo, Citempuan, Cianten, Cisidangbarang, dan Cipanas, yang semuanya bermuara di laut Jawa.

B. Keistimewaan

Sungai Cisadane terkenal dengan pemandangan alamnya yang indah. Di sepanjang tepian sungai ini terdapat aneka tumbuhan yang menghijau, bebatuan yang unik, taman untuk bersantai, bendungan peninggalan Belanda, dan perumahan penduduk yang berjajar rapi.

Untuk menyusuri keindahan pemandangan alam di sungai ini, pengunjung dapat melakukannya sambil berolah raga arung jeram. Olah raga arung jeram di Sungai Cisadane dibagi menjadi dua paket, yaitu paket amatir (untuk keluarga) dan paket adventur (untuk kelas profesional). Untuk paket amatir, start dimulai dari jembatan Ciampea dan berakhir di Kampung Pasir, dengan Jarak tempuh sekitar 7 km dan memakan waktu kurang lebih 2 jam. Sedangkan untuk paket adventure, start dimulai dari DAM Balandongan dan berakhir di Galian Pasir Gunung Gadung, Desa Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, dengan jarak tempuh sekitar 12 km dan membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam.

Keistimewaan lainnya, pengunjung juga dapat melihat Festival Cisadane yang diselenggarakan setiap tahun sekali, yaitu pada bulan Juni. Dalam festival ini, pengunjung dapat melihat aneka hiburan dan perlombaan, seperti lomba kole-kole, lomba perahu naga, pentas hiburan dangdut, pertunjukan wayang kulit, dan lain-lain. Di sungai ini juga terdapat tradisi tahunan lainnya, yaitu mandi keramas massal yang dilaksanakan dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan.

C. Lokasi

Sungai Cisadane terletak di dua wilayah propinsi, yaitu Propinsi Banten dan Propinsi Jawa Barat, Indonesia.

D. Akses

Untuk menuju lokasi wisata Sungai Cisadane, perjalanan dapat dimulai dari Stasiun Bogor dan Terminal Merdeka. Jika pengunjung dari Stasiun Bogor, dapat menyewa mobil atau naik taksi dengan tarif kurang lebih Rp 30.000—Rp 35.000 (Juli 2008) dan turun di Ciampea. Sedangkan, jika dari Terminal Merdeka, pengunjung naik angkutan kota jurusan Bantarkambing—Ciampea.

E. Harga tiket

Untuk memasuki kawasan wisata Sungai Cisadane, pengunjung tidak dipungut biaya. Namun, bagi pengunjung yang ingin mencoba berolah raga arung jeram, terdapat tarif sekitar Rp 250.000—Rp 300.000 (Juli 2008) per perahu. Setiap perahu dilengkapi dengan peralatan pendukung, seperti rompi, helm, tali, dan lain-lain. Jumlah penumpang tiap perahu dibatasi maksimal 6 orang, yang terdiri dari 1 orang guide dan 5 orang penumpang.

F. Akomodasi dan fasilitas lainnya

Obyek wisata alam dan arung jeram Sungai Cisadane, terdapat beberapa fasilitas, seperti penginapan, rumah makan, parkir luas, tempat persewaan peralatan arung jeram, waterway, dan lain-lain. Bagi wisatawan yang berarung jeram akan mendapatkan fasilitas tambahan, seperti makan, snack tiga kali, kelapa muda, jagung bakar, api unggun, asuransi, dan sertifikat. Bagi wisatawan yang ingin fasilitas umum yang lebih lengkap, seperti tempat hiburan, café, restoran, hotel, ATM, Mal, dan Lain-lain, dapat berkunjung ke Kota Tangerang.

(Junardi/wm/08/07-08)
__________

Sumber Foto: http://mapalaui.info
Sumber: http://www.malaytourism.com/id/object.php?a=SG1vL3FMZVZBUkU4Ng%3D%3D=&nav=cat

Kebun Percobaan ARBORETUM Bogor

Pendahuluan

Arboretum merupakan salah satu faktor penunjang yang sangat esensial dalam rangka kegiatan penelitian dan pengembangan hutan.

Adanya arboretum ini akan mempermudah bagi para peneliti, mahasiswa atau pihak-puhak lain yang ingin meneliti atau mengenai jenis-jenis pohon, tanpa harus pergi ketempat tegakan aslinya.

Buku ini disusun dengan maksud untuk memberikan informasi secara umum tentang jenis-jenis pohon yang ada serta lokasinya pada masing-masing blok di Arboretum Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Bogor.

Tujuan

  1. Koleksi contoh hidup jenis-jenis pohon
  2. Pelestarian jenis pohon secara ex-situ
  3. Tempat praktek pengenalan jenis pohon
  4. Sumber benih dalam jumlah terbatas
  5. Tempat wisata ilmiah

Keadaan Umum

Sejarah

Arboretum Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan mulai dibangun pada tahun 1922 oleh seorang tuan tanah partikelir Belanda. Arealnya dibagi dalam blok-blok dibatasinya oleh jalur jalan besar dan kecil. Mula-mula ditanami pohon buah-buahan seperti:

Rambutan (Nephelium lapaceum L.); Durian (Durio zibethinus Murr); Dukuh (Lansium domesticum Jack); Menteng (Baccaurea racemosa Arg.). Secara bertahap koleksinya ditambah dengan jenis-jenis lain yaitu dengan pohon perhiasan dan pohon hutan berasal dari Jawa, luar Jawa dan luar negeri seperti :

Rasamala (Altangia exelsa Noronhae L.); Kenari (Canarium sp); Ulin (Eusideroxylon zwageri T.et.B); Merawan (Hopea bancana V.Sl), Meranti Kuning (Shorea multiflora Sym); Meranti merah (Shorea palembanica Miq); Mahoni daun kecil (Swietenia mahagoni Jack) dan sebagainya.

Dewasa ini arboretum menempati areal seluas kurang lebih 5 ha terbagi dalam 27 blok, dimana setiap blok ditanam jenis-jenis tertentu. Jumlah koleksi sebanyak 234 jenis dalam 136 genus atau 50 suku (famili) terdoro atas 167 asli dan exot 67 jenis.

Lokasi

Arboretum Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan seluas kurang lebih 5 ha secara geografis teletak pada 106 0 47’5″ Bujur Timur 6 0 36″ Lintang Selatan atau terletak 3 km arah barat dari pusat kota Bogor dan dapat dicapai dengan kendaraan kurang lebih 10 menit.

Batas-batas arboretum : disebelah Timur dengan Sungai Cisadane, sebelah Utara Jalan Raya Bogor-Jasinga, sebelah Barat Jalan R E Abdullah dan sebelah Selatan Jalan Pasirkuda.

Iklim

Rata-rata hujan 4.230 mm per tahun dengan rata-rata jumlah hari hujan 225 hari per tahun. Temperatur maximum rata-rata 30,4C dan minimum rata-rata 21C dengan kelembaban rata-rata 70%. Menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson (1951) daerah ini termasuk tipe curah hujan A. Bulan kering rata-rata 0,3; maksimum 2; frekuensi 2. Bulan basah rata-rata 11,5; maksimum 12; frekuensi 13. Besar nilai Q = 2,6

Tanah

Menurut Balai Penelitian Tanah (1966) tanah arboretum ini berasal dari lahar yang lambat laun menjadi kuarter muda, andesittuf. Jenis tanahnya adalah Latosol Coklat Kemerah-merahan dengan bahan induk tifvolkan intermedier.

Topografi

Keadaan lapangan agak datar, kecuali yang letaknya di tepi Sungai Cisadane agak curam dengan ketinggian 250 m di atas permukaan laut.

Sumber:

Written by airsungaikelassatu2020

November 17, 2008 at 2:14 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: