sungaibersih2020

Sungaiku Bersih Sungaiku Jernih

2007 – Aksi

leave a comment »

PEBRUARI 2007

DIRJEN PHKA CANANGKAN RESTORASI KAWASAN KONSERVASI JAWA BARAT DAN BANTEN DI KORIDOR HALIMUN-SALAK

Published on 27 Februari 2007, 06:32

Pencanangan restorasi kawasan konservasi di Propinsi Jawa Barat dan Banten pada hari Selasa Tanggal 27 Pebruari 2007 dilakukan oleh Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Ir. Arman Malolongan di koridor Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Pencanangan tersebut sekaligus menandai dimulainya zona khusus. Koridor tersebut secara administrasi kewilayahan berada di desa Cipeuteuy Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi.Pencanangan tersebut dimulai dengan penanaman aren (Arenga pinnata) seluas 22,5 hektar sepanjang batas kawasan, 7,5 hektar tanaman penghidupan; durian, mangga, rambutan di luar batas kawasan dan penanaman hutan rakyat 20 hektar di luar kawasan. Penanaman tersebut merupakan rangkaian kegiatan Model Kampung Konservasi yang didampingi oleh konsorsium yang terdiri dari; TNGHS, GHSNPMP-JICA, Chevron, PT. PLN, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, PEKA, dan Absolut.

Koridor Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS) merupakan hulu beberapa sungai penting yang mengalir di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Sungai Cihamerang merupakan hulu sungai Cisadane yang mengalir ke Jakarta memberikan kontribusi terhadap banjir di Jakarta.

Salah satu faktor penyebab rusaknya koridor Taman Nasional Gunung Halimun-Salak adalah okupasi lahan garapan dan penebangan liar yang mengakibatkan lahan semak belukar mendominasi kawasan koridor, sebesar 35,29٪ dari luas koridor 4.206,18 Ha. Garapan terjadi karena dulunya oleh Perum Perhutani dilaksanakan Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) di hutan produksi/lindung.

Restorasi di koridor kawasan konservasi perlu mempertimbangkan aspek ekologis dan pengaturan akses kepada masyarakat. Departemen Kehutanan mendisain zona khusus di dalam TNGHS yang memungkinkan akses kepada masyarakat diberikan melalui penanaman jenis asli sekaligus bermanfaat bagi masyarakat dan tanaman obat/palawija di tanaman selanya.

Dengan pemberian akses kepada masyarakat, maka alternatif pendapatan untuk jangka pendek yang diperoleh dari tumpangsari dan jangka panjang dari hasil hutan non kayu (aren) dan tanaman penghidupan yang ditanam sepanjang perbatasan dapat memberikan manfaat ganda yaitu, restorasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam jangka 5 -7 tahun, masyarakat berpotensi meningkatkan penghasilan dari tumpangsari Rp. 300.000 per bulan atau Rp 3.600.000 per tahun dan penghasilan dari gula aren Rp 400.000 per bulan atau Rp 4.800.000 per tahun, dari buah-buahan sebesar Rp 400.000 per tahun, sehingga total penghasilan Rp 8.800.000 per tahun atau sebesar US$ 1.000 per tahun, melebihi pendapatan perkapita penduduk Indonesia US$ 640 per tahun.

Kawasan hutan di koridor Halimun Salak mengalami degradasi yang sangat signifikan dalam 11 tahun terakhir. Lebar koridor tahun 1990 1,4 km, kini yang tersisa hanya 0.7 km sedangkan panjangnya 7,5 km. Degradasi ini mengakibatkan konektivitas ekosistem terganggu. Owa jawa (Hylobates moloch) memerlukan pohon-pohon sebagai media pergerakan dan sumber pakan seperti jenis; saninten (Castanopsis argentea), pasang (Quercus sp) dan Ficus sp.

Selain itu macan tutul (Panthera pardu) yang menjadi satwa maskot Jawa Barat pun terancam. Elang Jawa (Spizaetus bartelsi), salah satu satwa terancam punah dalam Appendix II CITES pun mengalami hal serupa. Saat ini koridor sudah tidak mampu menyediakan pohon-pohon tempatnya bersarang.(sumber : http://www.indonesia.go.id)

Sumber: http://bapeda-jabar.go.id/bapeda_design/dokumen_informasi.php?t=7&c=602

APRIL 2007

Pelajar Tanam Pohon, Aktivis Pencinta Alam Tebar Kura-Kura Di Sungai Cisadane
By red

Minggu, 29-April-2007, 15:05:29 285

Bogornews—Ratusan pelajar SMK (Sekolah Menegah Kejuruan) YKTB Bogor melakukan aksi kedulian lingkungan dengan melakukan penanaman sepuluh ribu pohon dikawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane Jalan KH. Abdullah Bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor Minggu (29/4) pagi. Pada kesempatan yang sama puluhan kura-kura ditebar di sungai Cisadane.

Aksi penanaman pohon diawali dengan penyerahan bibit pohon oleh Asisten Sosial Ekonomi Pemkot Bogor H Indra M Rusli yang mewakili Walikota Bogor kepada salah seorang perwakilan dari pelajar. Bibit yang ditanam terdiri dari beberapa jenis, diantaranya mangga, pete, melinjau, mahoni, kenari dan akasia.

Kegiatan yang dilakukan ratusan siswa itu sebagai bentuk upaya konservasi dan pelestarian lingkungan serta ekosistem alam, YKTB Bogor bekerjasama dengan Green Community dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor Diareal lahan seluas satu hektar sedikitnya 2.500 bibit pohon ditanam oleh ratusan pelajar SMK YKTB Bogor itu. Sedangkan sasaran penanaman keseluruhnyanya adalah sepuluh ribu pohon.

Asisten Sosial Ekonomi Pemkot Bogor H Indra M Rusli mengatakan, kegiatan yang mengambil tema Safe Our Earth By Our Heart itu, sebagai bentuk upaya mengembalikan keidakseimbangan ekosistem yang sangat kondisinya mengkhawatirkan saat ini, sebagai akibat rendahnya kesadaran manusia dalam memperlakukan alam secara adil dan bijaksana sehingga menurunkan kualitas lingkungan alam.

Disebutkan, bahwa saat ini bumi tempat berpijak sudah menghadapi ketidakseimbangan, ekosistem yang sangat mengkhawatirkan. Kondisi itu terjadi akibat rendahnya kesadaran manusia dalam memperlakukan alam secara adil dan bijaksana, sehingga menimbulkan kualitas lingkungan alam.

Pemanasan global merupakan salah satu contoh menurunnya kualitas lingkungan hidup, menurut laporan LIPPI dalam kurun waktu 150 tahun sejak revolusi industri berlangsung telah terjadi peningkatan konsentrasi gas rumah kaca diatmosfir yang sangat signifikan, terutama adanya peningkatan kandungan karbon dioksida. Penyebab utamanya dari kejadian ini pola konsumsi dan gaya hidup manusia sendiri. Belum lagi, pertumbuhan penduduk dunia yang cenderung terus menerus meningkat, “ ungkapnya.

Jika kondisi tidak berubah, diperkirakan seratus tahun mendatang konsentrasi karbondioksida mencapai ambang yang mengkhawatirkan, karena bisa mengakibatkan suhu panas bumi meningkat rata-rata 4.5 derajat celcius, yang akan berdampak bagi kelestarian lingkungan dan kelangsungan hidup manusia

Dengan melihat kondisi tersebut lanjutnya, perlunya tergerak untuk melakukan berbagai upaya memberikan kesadaran kepada semua pihak berkewajiban melestarikan alam dan lingkungan hidup Termasuk mewaspadai proses berkurangnya daya dukung alam di sekitar kawasan Kota Bogor yang bisa menimbulkan berbagai masalah seperti berkurangnya ketersediaan air tanah,” tandasnya.

Sementara itu Kepala SMK YKTB 1 H Deden Hari Rahardja mengatakan, bibit pohon yang ditanam sementara sebanyak 2.500 bibit dari sepuluh ribu bibit sumbangan BP DAS (Badan Pengendalian Daerah Aliran Sungai) Bogor, sedangkan sisanya akan didistribusikan ke sekolah-sekolah lainnya, karena ada beberapa sekolah yang sudah mempunyai program menaman pohon dirumah siswa, “Itu yang menjadi motor penggeraknya sekolah masing-masing,” katanya.

Setelah penanaman lanjutnya, akan dilakukan kegiatan pemeliharaan secara rutin, dan tiga bulan kemudian diadakan pemupukan terhadap bibit-bibit pohon tersebut. “Seluruhnya akan dilaksanakan oleh para siswa sendiri yang didampingi oleh pihak sekolah dan pihak-pihak terkait lainnya,” tutur Deden..

Pada kesempatan itu, dilakukan juga pelepasan puluhan ekor kura-kura hijau oleh aktivis pecinta alam dari Green Community di Sungai Cisadane tidak jauh dari lokasi penanaman. “Pelepasan satwa yang dilindungi sebagai bentuk upaya konservasi dan pelestarian lingkungan, khususnya untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem alam,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Green Community Rully Indrawan.(iso/tar)

Sumber: http://www.bogornews.com/mod.php?mod=breaking&op=viewarticle&artid=711

JUNI 2007

Pembenahan Sungai Cisadane Mendesak
By redaksi

Jumat, 15-Juni-2007, 06:15:22 39 clicks

TANGERANG KOTA — Walikota Tangerang Wahidin Halim mendesak agar Pemrov Banten segera membenahai Sungai Cisadane, karena hal tersebut menjadi tanggung jawab Provinsi.

“Saya minta Provinsi memperhatikan kelestarian Sungai Cisadane,” kata Wahidin di depan Wakil Gubernur Banten HM Masduki, saat pembukaan Festival Cisadane, Kamis (14/6), di Jalan Benteng Jaya, Kota Tangerang.

Tidak hanya itu, Wahidin juga mengajukan beberapa usulan kepada Wagub di antaranya untuk segera melakukan normalisasi Sungai Cisadane dan ada langkah konkret koordinasi antar-wilayah. “Kelestarian Sungai Cisadane tidak dapat hanya dilakukan oleh Kota Tangerang sendiri. Kalau tanpa ada koordinasi antara Bogor, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang, itu akan percuma,” tukasnya.

Menyinggung Festival Cisadane, Walikota menyatakan ini merupakan bentuk apresiasi dan tradisi yang sudah berkembang. “Kita ingin dengan festival ini, masyarakat dapat lebih mencintai sungai sebagai sahabat, tempat mencari inspirasi, dan jadi lokasi rekreasi keluarga,” tuturnya seraya menambahkan Pemkot Tangerang berencana menjadikan Cisadane sebagai sarana transportasi air dan wisata.

Sementara Wagub sangat merespons harapan Walikota. “Saya akan segera merealisasikan permintaan Pak Walikota untuk melakukan koordinasi antar-wilayah dan menormalisasi Sungai Cisadane,” ujarnya.

Masduki juga berjanji akan menggalakan gerakan bersama membersihkan Sungai Cisadane yang melibatkab Banten dan wilayah terkait. Namun Masduki meminta kepada Walikota beserta jajaranya untuk menindak tegas industri yang membuang sampah apalagi limbah ke Cisadane. “Kalau sampai tidak ditindak tegas, kelestarian Cisadane takkan terwujud,” ungkapnya.

Dalam pembukaan Festival Cisadane kemarin, Wagub, Walikota, dan jajaran DPRD Kota Tangerang dihibur tarian cokek, Hadad Alwi serta menyempatkan diri mengarungi Sungai Cisadane mengunakan kapal dan perahu naga. (adr)

Sumber: http://www.radarbanten.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=12587

SEPTEMBER 2007

Menata Ruang Terbuka Dengan Balutan Sungai Cisadane dan Sembilan Danau Alam

Senin, 10/09/07, 04:41:37 AM

DITENGAH gencarnya kepungan pembangunan apartemen yang mengusung konsep back to city, konsep perumahan ruang terbuka yang ramah lingkungan tak kalah didengung-dengungkan. Satu lagi senjata lari dari kejenuhan suasana kota?

Kalau ada kawasan yang salah satu wilayahnya mengusung 68 persen ruang terbuka yang ramah lingkungan dan punya keunikan masing-masing, mungkin Paramount Serpong, Tangerang, Banten bisa dikategorikan dalam wilayah ini.

Kawasan perumahan yang berdiri diatas lahan 600 hektar ini memiliki tujuh distrik masing-masing Serenade Lake, Festival Lake, Digital Junction, Paramount Spring, Springfield, Cashmere Curve, dan River Fest.

Dari ketujuh distrik tersebut, Serenade Lake yang memiliki luas 21 hektar merupakan distrik pertama yang dibangun, atau tepatnya pada Februari 2007 lalu. Diawali pembangunan empat rumah contoh yang memakan waktu sangat cepat, yakni hanya empat bulan.

Kelebihan utama dari distrik ini ditambah dengan adanya danau alami yang berada tepat di tengah lingkungan Serenade Lake. Danau yang pertama dikembangkan pengembang ini diperindah dengan kolam renang yang hampir menyatu dengan danau.

Danau seluas 5,4 hektar ini juga mampu menciptakan pemandangan indah serta kegiatan-kegiatan rekreasi air yang penuh ketengan dan suasana romantis.

“Seperti yang dianjurkan pemerintah, yaitu 60 berbanding 40. Kita benar-benar menciptakan suasana hijau dan terbuka,” ujar Properti Development Manager Paramout Serpong, M Nawawi disela-sela launching kedua Serenade Lake, Sabtu (8/9).

Serenade Lake sendiri terbagi tiga zona, yaitu zona pertama yang disebut Zona Selamat Datang. Zona ini merupakan zona transisi untuk mulai menjelajahi Serenade Lake. Fungsi utama zona ini untuk menenangkan pikiran, jiwa dan raga.

Zona kedua adalah Zona Kehidupan yaitu zona tenang dimana peng­huninya dapat beristirahat sambil menikmati lingkungan alam, bercengkerama bersama keluarga dan teman.

Sedangkan zona terakhir adalah Zona Gempita yang menawarkan aktifitas hiburan keluarga dan mendorong untuk berpartisipasi dalam lingkungan yang lebih besar.

Konsep utama dari Paramount Serpong sendiri memang mengusung connecting nature to life. Hal ini membuat kawasan ini benar-benar mementingkan pembangunan yang berkelanjutan, ramah lingkungan serta menciptkan destinasi-destinasi yang bisa menjadi tempat pertumbuhan.

“Karena kita memiliki sembilan danau alam yang menyebar dan juga diselimuti sungai Cisadane, elemen air dan alam sangat kuat di sini,” tambah Nawawi.

Kekuatan air yang mampu ‘bersenandung’ sebagai alunan yang enak didengar memang menjadi senjata utama pengembang menjual kawasan ini.

“Angin datang menyapa dengan sejuk, semuanya benar-benar hijau karena kita memang sengaja untuk menciptakan suasana yang hijau dan pandangan luas yang rindang,” jelasnya.

Dari 430 unit siap dihuni, telah disediakan empat tipe yang dapat dipilih konsumen. Diantaranya, tipe Cottonwood (84/128), Rosewood (94/144), Pinewood (119/180) dan tipe paling besar yaitu Oakwood (143/216). Untuk tipe terbesar, pihaknya memberikan keistimewaan yaitu view meng­hadap ke danau. rm

Copyright @ 2007 Rakyat Merdeka.
Sumber: http://www.rmexpose.com/detail.php?id=3322&judul=Menata%20Ruang%20Terbuka%20Dengan%20Balutan%20Sungai%20Cisadane%20dan%20Sembilan%20Danau%20Alam

Written by airsungaikelassatu2020

November 16, 2008 at 11:26 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: