sungaibersih2020

Sungaiku Bersih Sungaiku Jernih

2006 – Aksi

leave a comment »

MARET 2006

17 Perusahaan Di Banten Dukung Program “SUPERKASIH”

Dikirim : 09 Maret 2006 oleh admin

Banten, (ANTARA News) – Tujuh belas pengusaha di wilayah Banten, Selasa (21/2/2006) menandatangani Surat Pernyataan Kali Bersih (Super Kasih) sebagai wujud komitmen mereka terhadap kelestarian lingkungan terutama Sungai Cisadane.
Program Super Kasih merupakan salah satu program Kementerian Negara Lingkungan Hidup untuk menjaring kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.
“Sampai sekarang telah ada sembilan sungai di seluruh Indonesia yang turut dilibatkan dalam program kali bersih, antara lain adalah Cisadane dan Musi. Untuk Ciliwung mungkin pada periode mendatang,” kata Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Kementerian Negara Lingkungan Hidup Moh Gempur Adnan.

Menurut Gempur, dengan menandatangani Super Kasih maka para pengusaha tersebut memperoleh fasilitas konsultasi, asistensi dan pembinaan secara cuma-cuma dari Kementerian Negara LH mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan pengolahan limbah.
“Dengan turut sertanya mereka di sini maka dapat terjalin kerja sama yang jauh lebih baik,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai tingkat pencemaran Sungai Cisadane, Gempur mengatakan bahwa sekalipun belum sekeritis Sungai Ciliwung tetapi Sungai Cisadane memiliki potensi untuk kritis.
“Pencemaran dari industri memang masih kalah jauh dengan limbah yang dihasilkan dari rumah tangga tetapi tetap saja perlu dilakukan upaya agar limbah industri juga ramah lingkungan, berapapun kadarnya,” katanya.

Sementara itu Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Banten Hermin Lanjunin mengatakan bahwa program Super Kasih dilakukan untuk mempercepat komitmen industri untuk melakukan upaya pelestarian lingkungan.
“Target Super Kasih 2005/2006 memang Sungai Cisadane, jadi dilakukan pemantauan pada 25 industri yang terletak di sepanjang sungai atau membuang limbah ke sungai pada April 2005,” katanya.
Hasil dari pelaksanaan pemantauan yang meliputi pengambilan sampel dan evaluasi, kata dia, dari 25 perusahaan yang diminta komitmennya hanya ada 21 perusahaan yang bersedia untuk turut menandatangani Super Kasih.

“Dua industri tidak lengkap izinnya, satu industri tidak beroperasi lagi, dan satu industri menolak turut serta. Sementara yang empat industri lainnya langsung mengikuti Proper, sehingga hanya 17 yang menandatangani Super Kasih,” katanya.

Berita diambil dari: http://www.antara.co.id/seenws/?id=28511

Sumber: http://www.telukjakarta.net/?q=node/Daratan/news/3


MEI 2006

PENDIDIKAN KONSERVASI BAGI GENERASI MUDA MELALUI AKSI PENANAMAN 1000 POHON DI DAS CISADANE ( TOR / TERM OF REFERENCE)
Desa Cisarua, 13 – 14 Mei 2006

Latar Belakang

DAS (Daerah Aliran Sungai) adalah salah satu kawasan yang kaya akan keanekaragaman hayati dimana penduduk tinggal dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. DAS Cisadane merupakan DAS penting di Jawa Barat yang salah satunya berhulu di Kawasan Ekosistem Halimun dan mengalir menuju kota Tangerang. Kondisi DAS Cisadane kini mulai terancam. Terdapat 1400 perusahaan di sepanjang sungai Cisadane dan sebagian besar membuang limbahnya ke sungai (Kompas, Juni 2005). Padahal air sungai Cisadane salah satunya menjadi bahan baku PDAM bagi penduduk di Tangerang. Selain itu
banyak lokasi di sepanjang bantaran sungai yang rawan longsor dan kawasan hulu yang perlahan kehilangan tegakan pohon untuk menyerap dan menahan air.

Mensikapi kondisi tersebut, RMI berupaya untuk menginisiasi kegiatan pendidikan konservasi yang dapat mendukung aksi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati sebagai sumber kehidupan dengan melibatkan publik secara luas termasuk generasi muda. Kegiatan ini telah dimulai sejak tahun 2004 dengan diinisiasinya kegiatan pemantauan keanekaragaman hayati sungai  DAS Cisadane yang melibatkan anak-anak tingkat SMP di 3 (tiga) lokasi sepanjang DAS Cisadane yaitu Kecamatan Nanggung, Kecamatan Ciseeng dan Kota Tangerang.

Salah satu kegiatan yang digagas yaitu berupa tindak nyata (aksi), seperti aksi penanaman pohon di sekitar bantaran sungai sebagai salah satu upaya pencegahan kerusakan sungai akibat longsor dan juga berfungsi sebagai penyerap dan penahan air. Aksi penanaman juga dapat dilakukan di areal-areal kritis yang membutuhkan tegakan pohon. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya yaitu seminar mengenai ‘Pentingnya Upaya Konservasi di DAS Cisadane’ yang telah diselenggarakan di Tangerang pada 25 Maret 2006.

Mencermati pembelajaran melalui kegiatan yang telah dilakukan, kegiatan ini dirasa masih perlu ditindaklanjuti dan didukung banyak pihak. Pengembangan kegiatan dilakukan dengan pelibatan lebih banyak tim pemantau (kelompok anak) dan sekolah lain di sekitar kawasan DAS Cisadane, pihak-pihak lain seperti Institusi (Universitas), Pemda setempat, DIKNAS, PDAM, NGO (LSM), masyarakat setempat, perusahaan swasta, melalui sebuah aksi nyata penanaman bantaran sungai Cisadane bagian hulu. Penanaman pohon dimaksudkan sebagai upaya peningkatan kesadaran akan pentingnya DAS Cisadane sebagai penyangga kehidupan dengan target penanaman berupa pohon – pohon yang bersifat mengikat tanah dan air, berfungsi sebagai habitat satwa liar dan juga berguna bagi masyarakat dari hasil non kayunya (buah dll). Bibit didapatkan dari bantuan beberapa pihak (instansi / organisasi yang peduli konservasi DAS) and swadaya masyarakat (Kelompok Tani Sekar Sari Kp. Parigi Desa CIsarua).

Tujuan

  1. Meningkatkan kesadaran tim pemantau (kelompok anak) dan semua pihak yang berada di sekitar DAS Cisadane akan pentingnya upaya pelestarian DAS.
  2. Menginisiasi jaringan antar sekolah di DAS Cisadane.
  3. Menjalin komunikasi, kerjasama dan dukungan pihak lain untuk terlibat dalam upaya konservasi DAS Cisadane melalui aksi nyata.

Kelompok Sasaran dan Peserta Kegiatan

  • Kegiatan ini akan melibatkan anak-anak usia 13-15 tahun (tingkat SMP) sebagai inisiator yang tergabung dalam tim pemantau
  • PEMDA setempat, NGO, dan pihak institusi (universitas).
  • Masyarakat setempat (kelompok pemuda, organisasi lokal, dll)
  • Sekolah-sekolah lain di sekitar kawasan DAS Cisadane sebagai bentuk motivasi dan perkembangan dari program PENDIDIKAN KONSERVASI BAGI GENERASI MUDA agar dapat berperan serta secara aktif di waktu mendatang

Waktu Pelaksanaan

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 13 – 14 Mei 2006 di Desa Cisarua yang merupakan bagian Hulu DAS Cisadane (dilakukan di sepanjang bantaran sungai Cisadane dan daerah penyangga di sekitar sungai).

Jadwal Kegiatan

Hari Pertama, SABTU 13 Mei 2006
………- 18.00 WIB Tiba di lokasi & briefing lokasi menginap
18.00 – 19.30 WIB Istirahat dan makan malam
19.30 – 20.00 WIB Penjelasan ttg agenda aksi penanaman
20.00 – 21.30 WIB Berbagi cerita dan pentas seni
21.30 – …….. WIB Istirahat (tidur)

Hari Kedua, MINGGU 14 Mei 2006
………- 06.00 WIB Bangun pagi
06.00 – 06.30 WIB Makan pagi
06.30 – 07.00 WIB Perjalanan ke lokasi penanaman
07.00 – 07.30 WIB Kata pembuka dari aparat (Kepala Desa atau yg mewakili)
dan perwakilan guru dari tim hulu (sbg panitia lokal)
07.30 – 09.30 WIB Aksi penanaman
09.30 – 10.30 WIB Berbagi pengalaman
10.30 – 11.30 WIB Makan siang
11.30 – …….. WIB Persiapan pulang

Sumber:  http://groups.yahoo.com/group/lingkungan/message/26264

Written by airsungaikelassatu2020

November 16, 2008 at 8:16 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: