sungaibersih2020

Sungaiku Bersih Sungaiku Jernih

2005 – Aksi

leave a comment »

MARET 2005

Paramitha dan Ully Sigar Rusady Bersihkan Sampah Sungai CisadaneSenin, 07 Maret 2005 | 10:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Artis kakak beradik Ully Sigar Rusady dan Paramitha Rusady hari ini akan menanam 1000 pohon sukun di sekitar Sungai Cisadane. Kedatangan artis yang juga aktivis lingkungan itu dalam rangka memperingati Hari Air yang jatuh pada 22 Maret mendatang.

Selain penanaman pohon sukun, kedua artis itu juga akan mengarungi Sungai Cisadane untuk membersihan sampah. Empat buah perahu karet akan diturunkan untuk mendukung kegiatan itu.

Menurut Bayu Haris, anggota relawan Garuda Nusantara, kegiatan itu juga akan melibatkan ratusan
siswa-siswi SDN Sukasari 5 dan anak-anak TK Raudatul Atfal, Kota Tangerang.

“Tujuannya mendidik anak-anak sedini mungkin belajar mencintai lingkungan dan memiliki pengetahuan serta kepedulian atas pelestarian alam,” kata Bayu.

Dipilihnya pohon sukun, kata Bayu, karena tanaman itu banyak tumbuh dan dijumpai di Kota Tangerang. Selain itu, karena pohon itu multifungsi, mulai dari akarnya yang dapat menahan abrasi. “Pohon sukun juga dapat mengubah kepayauan air sehingga enak dikonsumsi,” kata Bayu.

Tentu saja, buah sukun juga dapat dijadikan cemilan menemani minum teh. Daun, sukun pun dapat dimanfaatkan sebagai obat penyakit ginjal dengan cara direbus.

Selain penanaman pohon sukun, sebagai rentetan kegiatan hari air juga diselenggarakan kegiatan pendidikan dan latihan konservasi air dan seminar tentang lingkungan.

Ayu Cipta
Sumber: http://www.tempo.co.id/hg/jakarta/2005/03/07/brk,20050307-11,id.html

JUNI 2005

Ribuan Warga Kota Tangerang Demo Perusahaan Tekstil Pencemar Sungai Cisadane

07 – 6 – 2005

Tangerang – Ribuan warga Kota Tangerang berunjuk rasa di depan dua perusahaan tekstil yang ada di Jl Mohammad Toha, Kota Tangerang, Rabu (18/5). Mereka menuntut agar perusahaan yang berada di wilayah industri tekstil terbesar di kota seribu industri itu tidak membuang limbahnya ke sungai Cisadane yang tingkat pecemarannya kini sudah sangat memprihatinkan.

Dalam aksi unjuk rasa yang dimotori oleh Gerakan Pemuda 52 itu, massa melengkapi diri dengan berbagai poster. Sesampai di depan perusahaan, seperti PT Petnesia Resindo dan PT Indonesia Toray Sintetik yang merupakan perusahaan jepang tersebut, mereka langsung berorasi menuntut agar perusahaan itu tidak lagi membuang limbahnya ke sungai Cisadane yang membelah daerah kota dan Kabupaten Tangerang.

“Aksi ini merupakan bentuk tanggung jawab kami sebagai warga masyarakat Kota Tangerang yang peduli terhadap kelestarian lingkungan, terutama Sungai Cisadane yang sejak dulu sebagai sumber kehidupan masyarakat Tangerang,” kata Fahmi Alyusdi, koordinator aksi itu kepada wartawan di sela-sela demonya.

Sebab lanjut Fahmi, meski kedua perusahaan yang tertua di Kota Tangerang itu mempunyai instalasi pengolahan limbah, warga tidak bisa menjamin bahwa perusahan tersebut tidak membuang limbahnya ke Sungai itu. Karena mayoritas industri yang ada di Kota telah membuang limbahnya ke sungai tersebut.

“Aksi ini pertama kali kami gelar di sini, setelah itu ke perusahaan-perusahaan lainnya,” tandas dia. Sebab, dengan dibuangnya limbah ke sungai Cisadane, otomatis merugikan masyarakat luas, khususnya Kota Tangerang.

Lebih jauh pria berkumis itu menjelaskan, selain perusahaan itu membuang limbahnya ke sungai Cisadane, perusahaan itu juga tidak ada kontribusinya kepada masyarakat sekitar. Hal itu terbukti dengan minimnya masyarakat Tangerang yang bekerja di perusahaan tersebut. “Jadi, semenjak perusahaan ini berdiri, 80 karyawannya dari luar Kota Tangerang, sehingga tidak mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar lokasi.”

Untuk itu, lanjutnya, warga meminta kepada Pemkot Tangerang agar bersikap tegas dalam memperhatikan kehidupan masyarakatnya. jangan sampai memikirkan pendapatan saja.Apalagai sekarang ini sudah terbukti bahwa tingkat pencemaran sungai Cisadane sudah sampai pada tahap yang sangat memprihatinkan dan dipastikan sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas.

Sebelumnya Deputi Chief Executive di Indonesian Lead Information Centre (ILIC), salah satu lembaga peneliti lingkungan hidup dunia yang berkantor cabang di Jakarta, Karya Ersada mengatakan, pencemaran yang terjadi pada air sungai Cisadane sisebabkan oleh ratusan industri yang ada di kota Tangerang.

“Jika kondisi ini tetap dibiarkan berlarut, maka bukan tidak mungkin dalam waktu 5 hinga 10 tahun kedepan, kondisi ini akan menelan korban jiwa,” tandas pria berkacamata tebal itu.

Sementara itu menurut hasil uji laboratorium yang telah dilakukan PDAM Kota Tangerang beberapa waktu lalu, sejumlah bahan yang mengakibatkan terkontaminasinya air sungai Cisadane, antara lain adalah minyak dan lemak 2,97 mg perliter, amoniak 1,44 mg perliter, mangan 0,5 mg perliter, nitrat 10,5 gm perliter, besi 1,16 mg perliter, serta mercury 0,001 mg perliter. (Media Indonesia)

Sumber: http://www.inawater.com/news/wmview.php?ArtID=1259

Ikrar Tak Cemari Sungai Cisadane

Senin, 13 Juni 2005

Tangerang, Kompas – Sebanyak 50 perusahaan yang berada di Kota Tangerang, Minggu (12/6), berikrar tidak akan mencemari air Sungai Cisadane. Mereka berjanji untuk tidak membuang limbah industri sebelum diolah dan memenuhi persyaratan aman lingkungan serta ada izin dari Pemerintah Kota Tangerang.

Dalam empat butir ikrar para pengusaha menyatakan akan membangun industri berkelanjutan dan berwawasan lingkungan dengan memanfaatkan sistem produksi bersih dan akrab lingkungan, serta berperan aktif dalam kegiatan program kali bersih untuk merawat dan menjaga Sungai Cisadane sebagai sumber daya air baku. Jika melanggar ikrar, para pengusaha siap dikenai sanksi sesuai dengan perundangan yang berlaku.

Kontrak sosial disampaikan 13 pengusaha mewakili 50 rekannya yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Tangerang. Menurut Ketua Apindo Tangerang Gatot Purwanto, perusahaan yang berikrar terdiri dari perusahaan asing dan dalam negeri. Acara yang dilakukan serangkaian dengan Festival Cisadane 2005 itu disaksikan Wali Kota Tangerang Muhidin Halim dan Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar.

Jenis perusahaan yang berikrar antara lain pabrik aki, tekstil, dan kertas. Dalam daftar perusahaan peserta ikrar tertulis nama perusahaan yang pernah dinyatakan sebagai pencemar Sungai Cisadane, lalu memperbaiki kinerja pengolahan limbah yang akan dibuang ke sungai itu. Mereka antara lain Argo Pantes dan Tifiko.

Pada kesempatan tersebut Wali Kota Tangerang mengingatkan fungsi penting sungai Cisadane sebagai sumber air baku air minum di Kota dan Kabupaten Tangerang, Jakarta, dan sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sepanjang aliran sungai yang lebarnya 100 meter dengan kedalaman 15 meter itu terdapat 1.400 perusahaan. Sebagian besar dari mereka membuang limbahnya ke sungai. “Mereka rata-rata memenuhi aturan pembuangan limbah ke sungai, tapi kadang-kadang ada perusahaan nakal. Iseng-iseng pada malam hari atau saat sedang hujan mereka membuang langsung limbahnya ke sungai,” ujar Muhidin seraya mengingatkan perusahaan yang nakal untuk ikut menyelamatkan Cisadane.

Mengutip hasil penelitian Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Wali Kota menyatakan, tingkat pencemaran air Sungai Cisadane masih di atas ambang batas toleransi. (tri)

Sumber: http://64.203.71.11/kompas-cetak/0506/13/metro/1809998.htm

Written by airsungaikelassatu2020

November 16, 2008 at 12:58 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: