sungaibersih2020

Sungaiku Bersih Sungaiku Jernih

2004 – Aksi

leave a comment »

PEBRUARI 2004

8500 POHON DITANAM DILOKASI DAERAH ALIRAN SUNGAI

Selasa, 2- 2004

kotabogor — Sebanyak 8500 pohon ditanam dilokasi lahan kritis Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane Cidepit dan sungai Cicaracas di wilayah Kecamatan Kota Bogor Barat Kota Bogor, Selasa (20/1). Sebanyak 8500 pohon ditanam dilokasi lahan kritis Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane Cidepit dan sungai Cicaracas di wilayah Kecamatan Kota Bogor Barat Kota Bogor, Selasa (20/1).

Kegiatan lanjutan yang merupakan Gerakan Rehablitasi Lahan Kritis tersebut melibatkan sedikitnya 400 orang, dari anggota masyarakat, PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan anggota TNI/Polri. Dalam kegiatan tersebut Sekretaris Kota (Sekdakot) Bogor H.Deddy S.Hamdan, melakukan penamanam pohon rambutan di lokasi DAS sungai Cisadane Kelurahan Semplak Kecamatan Bogor Barat. Khusus penanaman di Kelurahan Semplak dari 4000 pohon yang ditanam diantaranya ditanam sebanyak 30 pohon pada lahan kritis seluas kurang lebih 750 meter2

Dandim 0606 Kota Bogor Letkol Inf.Oerief Soekotjo selaku ketua panitia pelaksana gerakan rehabilitasi lahan kritis di Kota Bogor mengatakan dalam kegiatan kali ini jumlah bibit pohon yang ditanam seluruhnya berjumlah 8500 pohon yang ditanam di atas lahan seluas 8,5 ha

Bibit tanaman tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Propinsi Jawa Barat yang terdiri dari durian 2500 pohon (bibit asal biji/bukan okulasi), nangka 2000 pohon (bibit asal biji/bukan okulasi), mangga 1000 pohon (okulasi), dan rambutan 3000 pohon (okulasi). Sedangkan penanamannya dilakukan dilahan kritis DAS Cisadane, DAS Cidepit, dan DAS Cicaracas di 4 lokasi DAS wilayah Kecamatan Kota Bogor Barat yaitu, DAS Kelurahan Semplak sebanyak 4000 pohon meliputi 2000 pohon rambutan, dan 1000 pohon mangga dan 1000 pohon Durian,

Selanjutnya, di DAS Cisadane Kelurahan Bubulak 2000 pohon meliputi 1000 pohon rambutan, dan 1000 pohon nangka, DAS Sindangbarang dan DAS Ciapus Kelurahan Balumbang Jaya 2500 pohon meliputi 1500 pohon durian, dan 1000 pohon nangka.

Perlu diketahui kata Oerief, luas lahan kritis dikota Bogor sampai tahun 2003 seluas 105 hektar yang tersebar di 5 Kecamatan. Sejak tahun 2003 lalu lahan kritis tersebut secara bertahap akan direhabilitasi dalam setiap tahun sampai dengan tahun 2007.

Lahan kritis yang direhabilitasi tahun 2003 sebanyak 15 persen atau sama dengan 15,75 ha selanjutnya berturut-turut pada tahun 2004 sebesar 20 persen atau sama dengan 21 ha. Selanjutnya untuk tahun 2005 direncanakan sebesar 25 persen atau 26,25 ha, tahun 2006 sebesar 25 pesen atau 26,25 ha, dan tahun 2007 15 persen atau 15,75 ha. Untuk rehabilitasi lahan seluas 21 ha pada tahun 2004 Pemerintah Jawa Barat akan menyediakan bantuan bibit tanaman sebanyak 50.000 pohon, jelas Oerif.
Sementara itu walikota Bogor yang diwakili Sekdakot Deddy S.Hamdan mengatakan, gerakan rehabilitasi lahan kritis Kota Bogor merupakan lanjutan dari gerakan yang telah dicanangkan pada Bulan Nopember 2003 lalu. Pada kegitan pertama lahan kritis yang ditangani di Kota Bogor mencakup kawasan seluas 2,47 ha sedangkan pada tahap lanjutan ini lahan kritis yang ditangani mencakup kawasan seluas 8,5 ha

Kegiatan rehabilitasi lanjutan merupakan bagian dari gerakan rehabilitasi lahan kritis yang serentak dilaksanakan di Kota dan Kabupaten se Jawa Barat. “Ini merupakan bentuk dukungan terhadap Gerakan Nasional rehabilitasi Hutan dan lahan Nasional, kata walikota.

Menurut dia, gerakan rehabilitasi lahan kritis di Jawa Barat secara menyeluruh difokuskan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan prioritas kawasan rawan bencana seperti banjir, longsor, dan kekeringan. Oleh karena itulah pada kegiatan lanjutan ini, rehabilitasi lahan kritis Kota Bogor dilaksanakan di DAS Cisadane. kata walikota Gerakan tersebut akan terus berlanjut selama 5 tahun, sehingga diharapkan akan cukup banyak lahan kritis di Jawa Barat dan khususnya di Kota Bogor yang dapat diselamatkan. “Saya berharap gerakan ini akan dapat terwujud dengan memperoleh dukungan penuh semua pihak termasuk dukungan dari masyarakat.

Dalam kaitan itulah walikota mengharapkan kepada seluruh warga Kota Bogor untuk selalu ikut mengawasi pemanfaatan lahan, terutama yang termasuk sebagai DAS, sebab kerusakan DAS akan menimbulkan akibat-akibat serius dalam bentuk potensi bencana alam. “Saya mengajak untuk bersama-sama menangani rehabilitasi lahan kritis dan semi kritis di Kota Bogor yang diperkirakan meliputi kawasan seluas 104,8 hektar Selain itu juga untuk memperhatikan perkembangan kawasan-kawasan yang ada di sekitar Kota Bogor agar tetap dipertahankan**Administrator

Sumber: http://gerbang.jabar.go.id/kotabogor/index.php?index=16&idberita=2

JUNI 2004

Tangerang Usut 8 Pencemar Sungai Cisadane

Jumat, 11 Juni 2004, 05:15 WIB METROPOLITAN

Tangerang, Warta Kota. WALIKOTA Tangerang Wahidin Halim meminta polisi dan kejaksaan segera menyikapi dan memproses secara hukum delapan perusahaan yang diduga kuat melakukan pencemaran dengan membuang limbahnya ke Sungai Cisadane. Penegakan hukum itu penting sebagai langkah antisipasi untuk menghindari pencemaran Sungai Cisadane yang makin parah, kata Wahidin saat meninjau bantaran Sungai Cisadane pada peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia, kemarin.

Wahidin bersama rombongan, termasuk Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Krisna Gunata dan Wakapolrestro Tangerang AKBP Aan Suhanan, sempat menyusuri  Sungai Cisadane dengan menggunakan rakit dari Jembatan UNIS hingga ke Serpong.

“Saya melihat sendiri kondisi Sungai Cisadane sudah sangat memprihatinkan. Banyak pabrik yang membuang limbahnya ke dalam alur Sungai Cisadane. Untuk itu saya minta agar polisi dan kejaksaan segera menindaklanjuti kasus pencemaran dan memprosesnya secara hukum,” imbuh Wahidin.

Data yang dikeluarkan Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang menyebutkan, delapan perusahaan disinyalir melakukan pencemaran karena membuang limbahnya ke aliran Sungai Cisadane.

“Bukti yang tersedia itu supaya segera diproses oleh jajaran polisi dan kejaksaan,” ujar Wahidin. Dalam peninjauannya, walikota melihat langsung saluran pembuangan limbah sejumlah pabrik yang berdiri di bantaran Sungai Cisadane, seperti pabrik tekstil PT Argo Pantes dan pabrik baterai PT Yuasa. Walikota mengaku prihatin karena melihat aliran Sungai Cisadane yang keruh dan berbau.

Sumber: Kompas Cyber Media.

JUNI 2004

Pencemar Cisadane Diadukan ke Polisi

29 – 6- 2004

Pemkot Tangerang Dinilai Lamban Tangani Kasus Pencemaran Tangerang – Sembilan perusahaan pencemar Sungai Cisadane diadukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup ke polisi.

Langkah itu merupakan tindak lanjut setelah Wali Kota Tangerang Wahidin Halim mengumumkan kesembilan perusahaan pencemar itu.

Kepala Sub Dinas Pemantauan dan Pemulihan Lingkungan Dinas LH, Deddy Hidayat, mengatakan, Jumat (11/6), pihak kepolisian berjanji akan mengusut dan terjun ke lapangan untuk mengecek laporan itu.

Sehari sebelumnya, bersamaan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup, Kamis (10/6), Wali Kota Tangerang mengumumkan sembilan perusahaan yang mencemari Sungai Cisadane, yakni PT Argo Pantes, PT Pelita Cengkareng, PT Indometal, PT Surya Renggo, PT Lengtat Tangerang Leather, PT Tonikitex, Harlipan Batik, Sejahtera Metal, dan Vonicc Latyexindo.

Lima perusahaan yang pada Agustus 2003 tertangkap basah membuang limbah berbahaya, ternyata tidak termasuk dalam daftar sembilan perusahaan tersebut.

Usai mengumumkan perusahaan pencemar sungai itu, Wali Kota didampingi Sekda Harry Mulya Zein dan Muspida setempat juga menyusur Sungai Cisadane dari Jembatan UNIS hingga perbatasan Gading Serpong menggunakan perahu karet.

Sampel

Dari hasil penyusuran yang disertai tim survei, petugas juga mengambil sejumlah sampel dari perusahaan yang membuat saluran ke sungai. Di antaranya, perusahaan Beni Renggo diketahui mengalirkan limbah berwarna merah ke Sungai Cisadane.

Wali Kota menyebutkan, PT Argo Pantes termasuk peringkat merah perusahaan pencemar Sungai Cisadane, karena pengolahan air yang tidak sempurna yang dibuang ke Sungai Cisadane.

Untuk PT Perlita Cengkareng, ditemukan indikasi adanya saluran by pass sehingga limbah air yang dibuang masih di atas bahan baku mutu dan mencemari Kali Mokervart yang bermuara ke Cisadane. Perusahaan itui juga belum pernah melakukan uji laboratorium terhadap pencemaran udara dari ke tujuh cerobongnya.

Sedangkan Indometal membuang limbah yang termasuk bahan beracun dan berbahaya (B3) dari kegiatan pelapisan logam ke Sungai Cisadane dengan parameter yang masih tinggi di atas bahan baku mutu yang telah ditetapkan.

Hal itu terjadi karena instansi pengolahan air limbahnya tidak baik dan ditemukan saluran by pass. Hal yang sama juga dilakukan sejumlah perusahaan lain yang mencemari Sungai Cisadane.

Pada bagian lain Wali Kota juga menyebutkan 83 industri yang tidak memberikan laporan wajib soal lingkungan perusahaannya.

“Kasus ini sekarang langsung ditangani Kantor Kementerian Lingkungan hidup. Kalau memang benar perusahaan tersebut terbukti mencemari, akan kita proses sampai ke pengadilan. Sembilan perusahaan itu memiliki indikasi yang kuat melakukan tindak pidana,” Wahidin menegaskan.

Ia mengakui, petugas kesulitan membuktikan apakah perusahaan tersebut terbukti membuang limbah atau tidak. Karena hasil tes hari ini dengan sebelumnya berbeda. “Untuk itulah kita harus bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Lamban

Pemkot juga hingga kini belum bisa menyeret pengusaha pembuang limbah ke sungai terbesar di Tangerang itu ke pengadilan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup M Akip beralasan masih memerlukan pemeriksaan.

Walaupun bukti pencemarannya cukup kuat dan sudah berjalan cukup lama, hingga kini belum juga ada pengusaha yang diseret ke pengadilan.

Ketika ditanyakan mengenai kenyataan itu, Akip hanya berkata, “Kalau begitu kamu perlu ikut kursus penyidikan pegawai negeri,” tanpa memerinci maksudnya.

Lambannya Pemkot menangani masalah pencemar lingkungan itu juga dikecam berbagai organisasi. Ketua Aliansi Gerakan Perempuan Tangerang (Algepta), Mahila, mengatakan, pemerintah seharusnya bertindak tegas terhadap pengusaha pencemar lingkungan.

“Jangan terlalu banyak kompromi, rakyat bisa melihat sendiri. Sungai Cisadane merupakan aset dan sumber kehidupan, jadi jangan main-main,” ujarnya.

Berkaitan dengan hari lingkungan hidup tahun ini tercatat 49 anggota Algepta melakukan aksi demo sambil membawa poster menuntut pemerintah menindak tegas pengusaha nakal yang mencemari lingkungan.

Bayi

Sementara itu, hasil penelitian yang dilakukan Aliansi Aktivis Lingkungan Indonesia (Indonesia Environmental Activist Alliance) menyebutkan, jika tidak ada kepedulian masyarakat Tangerang, maupun pemerintah setempat, mengenai pencemaran Sungai Cisadane yang kondisinya saat ini cukup memprihatinkan, maka lima sampai 10 tahun mendatang sebagian besar bayi yang lahir di wilayah Tangerang akan cacat.

“Hal ini terjadi karena Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota/Kabupaten Tangerang tidak proaktif dalam menangani pencemaran Sungai Cisadane,” kata Karya Ersada, anggota Dewan Presidium Aliansi Aktivis Lingkungan Indonesia. (Suara pembaruan)

Sumber: http://www.inawater.com/news/wmview.php?ArtID=1207

NOVEMBER 2004

Gerakan penghijauan peduli banjir Jakarta 20 RIBU POHON BERBAGAI JENIS DI TANAM DI DAS CISADANE

Selasa, 30 November 2004

Sebanyak 20 ribu pohon berbagai jenis di taman di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane wilayah Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor. Aksi penghijauan itu merupakan wujud kepedulian BRI (Bank Rakyat Indonesia) bekerjasama dengan Gerakan Penghijauan Bogor Jaka

Sebanyak 20 ribu pohon berbagai jenis di taman di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane wilayah Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor. Aksi penghijauan itu merupakan wujud kepedulian BRI (Bank Rakyat Indonesia) bekerjasama dengan Gerakan Penghijauan Bogor Jakarta dan sekitarnya serta Fakultas Kehutanan IPB (Institut Pertanian Bogor).

Penamaman pohon secara serempak itu, dipimpin langsuing oleh Dirut (Direktur Utama) BRI Rudjoto bersama Wali Kota Bogor H. Diani Budiarto dan Wakil Rektor IPB Asep Saefudin bersama ratusan Karyawan BRI pusat yang sengaja datang ke Bogor dan karyawan BRI Cabang Bogor, Minggu (28/11)

Dalam aksi itu juga melibatkan putra-putri Karyawan BRI yang khusus melakukan penanaman berbagai jenis bunga. Sedangkan 20 ribu pohon produktif yang ditaman antara lain pohon jambu, mangis, mangga, dan pohon jati yang ditanam di area seluas 5 ha yang ditanam di sepanjuang DAS Cisadane yang mencakup selain di Kelurahan Bubulak, juga wilayah Kelurahan Cilendek Barat, Balumbangjaya, Situgede, Kelurahan Sindang Barang Kota Bogor. Selain itu di Desa Cikarawang, dan Babakan Kabupaten Bogor..

Dirut BRI Rudjito mengatakan, aksi yang dilakukannnya itu dalam rangkaian memperingati 109 tahun BRI. ? Gerakan penanaman 20 ribu pohon merupakan titik tolak dari apa yang akan dilakukan untuk bisa ditindaklanjuti oleh Cabang-Cabang BRI yang berjumlah 4600 jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah seluruh pegawai 36 ribu. ?Kita juga akan mengajak kepedulian para nasabah BRI yang jumlahnya sekitar 35 jutaan di seluruh Indonesia, ? katanya.

. Seperti diketahui, kata Rudjito, bahwa Kota Jakarta setiap tahun selalu di landa banjir yang tidak karuan. Namun demikian semuanya itu mungkin akibat dari ketidak pedulian terhadap lingkungan. Karena itu gerakan penghijauan yang dilakukan di Bogor dimaksudkan sebagai salah satu upaya kepedulian BRI terhadap lingkungan.

Sementera Wakil Rektor IPB Asep Saefudin mengharapkan melalui Gerakan penghijauan peduli banjir Jakarta dan sekitarnya akan menambah ruang terbuka hijau untuk meningkatkan resapan air di daerah tangkan air Ciliwung dan Cisadane sehingga akan meningkatkan sesapan emisi karbon di udara. ? Kita juga berharap aksi penanaman pohon produktif itu dapat membangun pusat-pusat produksi buah-buahan dan mengembangkan hutan rakyat sehingga akan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Walikota Bogor H. Diani Budiarto berharap aksi itu jjangan hanya sekedar sebuah kampanye penghijauan bantaran sungai Cisadane dalam upaya menjaga keseimbangan kualitas sumber daya alam dan lingkungan. Tapi, harus bisa ditindak lanjuti dengan kegiatan yang konsisten dalam merawat seluruh tanaman yang ditanam sehingga akan tumbuh dengan subur.

Diani mengakui, selama ini Bogor selalu dituding bahwa banjir yang kerap kali terjadi di Jakarta merupakan kirimaan dari Bogor. Dan, kita hanya bisa menjawab bahwa banjir itu kiriman dari puncak Kabupaten Bogor. Padahal sebenarnya Kota Bogor sendiri belum bisa berbuat banyak membantu permasalahan banjir yang terjadi di Jakarta. Kendati selama ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sendiri telah mengeluarkan aturan kepada setiap pengembang bahwa yang akan membangun perumahan di wiilayah Kota Bogor diwajibkan untuk menanam pohon. Tapi itupun kalau terkontrol, sebaliknya kalau tidak terkontrol dan banyak pohon yang mati dibiarkan begitu saja. Belum lagi banyak area-area di Kota Bogor yang sudah tidak menghijau lagi

Karena itu, tambah Diani, kerjasama yang dilakukan BRI dengan IPB merupakan salah kontribusi untuk memicu dan memacu warga Bogor yang sangat berharga.

Sumber: http://www.kotabogor.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=402

Written by airsungaikelassatu2020

November 16, 2008 at 9:49 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: