sungaibersih2020

Sungaiku Bersih Sungaiku Jernih

2003 – Status

leave a comment »

AGUSTUS 2003

Limbah Pabrik Harus Diatur

Written by Redaksi ; Friday, 22 August 2003

Sama-sama berada di wilayah muara sungai, Cisadane, masalah yang dihadapi warga desa Kohod hampir sama dengan warga desa Tanjung Burung, Kabupaten Tangerang. Berikut wawancara reporter Suara Publik. Nurhayati, dengan Rohaman, Kepala Desa Kohod, Kabupaten Tangerang.

Apa pendapat Bapak tentang pencemaran air di muara sungai Cisadane?

Pencemaran ini sangat merugikan kami, terutama masyarakat nelayan kecil dan pemilik empang. Bagi nelayan kecil, kami tidak bisa menangkap ikan dan udang, karena ikan keracunan dan pada mati. Belakangan, ketika air laut pasang, air sungai Cisadane yang tercemar itu masuk ke empang sehingga mematikan bibit ikan. Kerugian akibat pencemaran air sungai Cisadane tidak beda dengan yang dialami masyarakat desa Tanjung Burung.

Selain nelayan, siapa lagi yang dirugikan akibat pencemaran air Cisadane?

Petani. Karena di wilayah Kohod ada sekitar 50 hektar areal pertanian yang tidak terairi karena airnya tercemar. Kami juga sulit mendapatkan air bersih untuk minum dan masak. Untuk keperluan rumah tangga kami harus menggunakan air empang yang warnanya kuning.

Bagaimana caranya sungai mengairi sawah?

Disedot pakai mesin. Sekarang airnya tercemar akibat limbah pabrik-pabrik di kota Tangerang, jadi tidak bisa lagi dipakai untuk mengairi lahan pertanian. Kenapa pemerintah diam saja? Saya tahu persis air yang masuk ke muara ini berasal dari Kali Sabi di perbatasan Kampung Bayur.

Kerugian apa yang dialami petani akibat pencemaran Sungai Cisadane?

Yang jelas gagal panen. Kalu dulu panen bisa mencapai 9-10 kwintal per hektar. Sekarang lahan sawah kekeringan karena sungai Cisadane tidak bisa disedot karena tercemar, ya produksi beras turun menjadi 6-7 kwintal per hektar. Belum lagi kalau ada bencana banjir atau hama keong mas yang terbawa dari air limpahan, tambah sulit deh kehidupan petani.

Sudah berapa lama air sungai Cisadane ini tercemar dan merugikan warga?

Seingat saya, pencemaran ini sudah terjadi sejak 10-15 tahun yang lalu. Dan sampai sekarang belum ada upaya berarti dari pemerintah.

Banyak kerugian yang dialami oleh warga, apa rencana anda sebagai kepala Desa untuk mengurangi dan mengatasi masalah ini?

Saya meminta kepada pemerintah daerah Tangerang agar melakukan pengaturan pembuangan limbah dari pabrik-pabrik. Karena sampai hari ini tidak ada tindakan dan perhatian apapun dari pemerintah.

Konkretnya, tindakan apa yang seharusnya dilakukan pemerintah itu?

Saya hanya minta kepada pemerintah agar limbah-limbah itu diatur pembuangannya, jangan dibuang begitu saja ke Cisadane yang mengalir ke wilayah muara ini. Karena yang rugi kami juga, warga di muara.***

Sumber: http://www.suarapublik.org/index.php?option=com_content&task=view&id=127&Itemid=27

Written by airsungaikelassatu2020

November 17, 2008 at 12:29 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: