sungaibersih2020

Sungaiku Bersih Sungaiku Jernih

PDAM Tirta Kahuripan

leave a comment »

JUNI 2003

Sungai di Kabupaten Bogor Mulai Mengering, Sumber Air PDAM “Tirta Kahuripan” Berkurang

Bogor, Pelita.

Direktur Utama PDAM “Tirta Kahuripan” Kabupaten Bogor, Dra Hj Ina Gustina Agoes, MM mengatakan, musim kemarau tahun 2003 yang sudah berlangsung lebih dari dua bulan telah menyebabkan sebagian sumber air bawah tanah di beberapa wilayah Kabupaten Bogor mulai mengering dan mengalami penurunan debit.

Dia menambahkan, sungai yang menjadi sumber bahan baku air PDAM dan mengalami penurunan debit diantaranya adalah Sungai Cipatujuh dan Cipamingkis, Kecamatan Jonggol. “Kondisinya sangat parah. Penurunan debit sampai 0 liter/detik,” ujarnya.

Melihat kondisi demikian, instalasi pengolahan air PDAM di Jonggol tidak dapat lagi beroperasi. Sedangkan instalasi air di Cariu hanya bisa beroperasi 50 persen. Penurunan debit juga terjadi di Sungai Ciliwung, yang merupakan bahan baku PDAM untuk distribusi wilayah Kedunghalang, Cibinong, dan Depok.

Demikiian pula dengan Sungai Cikaniki dan Citeureup, kata Ina, debit air turun sampai 50 persen. Kondisi tersebut telah berpengaruh pada pendistribusian air ke daerah Leuwiliang, Cibungbulang, dan Ciampea.

“Beberapa sumur bor milik PDAM juga mengalami penurunan debit lebih dari 50 persen atau total 102 liter/detik saat ini turun menjadi 50 liter/detik. Penurunan debit air terbesar terjadi di sumur bor Mekarsari, Cileungsi,” jelas Dirut PDAM.

Tetap Terpenuhi

Sementara, menurut Ina, supaya pasokan air ke pelanggan yang sampai bulan Juni berjumlah 82 sambungan tetap terpenuhi, PDAM telah melakukan langkah antisipasi. Diantaranya dengan membangun bendungan sementara dari pasir untuk meninggikan permukaan air di sungai yang mengalami penurunan debit.

Selain itu, PDAM juga berupaya melakukan pemerataan distribusi air berish melalui pengaturan penggiliran air ke konsumen pada wilayah tertentu, seperti Jonggol, Cariu, Cileungsi, dan sebagian Gunung Putri.

“Jika kemarau semakin parah, penggiliran bisa juga diterapkan di wilayah lain,” jelasnya. Di bagian lain, untuk daerah yang mengalami krisis air bersih, kata Ina, PDAM telah mengirim bantuan air bersih denan menggunakan mobil tangki. Peniriman air tersebut gratis. “Tapi karena armada mobil tangki terbatas, maka tidak semua konsumen terpenuhi. Kami mohon maaf,” ungkapnya.

Sementara menurut Direktur Umum PDAM “Tirta Kahuripan”, Ir. Pupung Purnama kepada Pelita di Cibinong, Rabu (6/8), pihaknya terpaksa tidak menggunakan air dari Sungai Cileungsi sebagai sumber bahan baku air bersih. Sebab, tingkat pencemaran limbah industri di sungai ini sudah dia atas ambang batas, sehingga tidak mungkin digunakan untuk bahan baku air minum.

“Untuk menjaga kualitas air, maka PDAM tidak lagi memanfaatkan air sungai tersebut. Karena pencemarannya sudah tinggi, apalagi setelah musim kemarau ini,” kata Pupung. Disebutkan, masalah pencemaran sungai juga terjadi di Kedunghalang dan Cibinong. Tapi pencemaran di sungai ini bukan berasal dari limbah industri, melainkan limbah rumah tangga, khususnya ditergen dan polutan.

Oleh karena itu, untuk sungai di Kedunghalang dan Cibinong, PDAM tetap memanfaatkannya untuk bahan baku air. Hal itu, dilakukan guna menjaga pasokan air kepada pelanggan supaya tidak terganggu. Hanya saja, akibat pencemaran itu PDAM harus mengeluarkan biaya lebih besar, terutama untuk pengadaan bahan kimia. (ari)

Sumber: http://www.hupelita.com/baca.php?id=17420

Written by airsungaikelassatu2020

November 19, 2008 at 1:42 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: