sungaibersih2020

Sungaiku Bersih Sungaiku Jernih

2007 – Aksi

leave a comment »

PEBRUARI 2007

Ciliwung Butuh Penataan yang Nyata

Selasa 06-02-2007

JAKARTA, Suara Pembaruan – Sungai Ciliwung yang melintas dari kawasan Jawa Barat hingga bermuara di Teluk Jakarta memerlukan penataan yang nyata dan menyeluruh. Selama ini perbaikan kualitas Sungai Ciliwung dilakukan secara parsial dan terkesan menjadi proyek semata, sehingga bencana banjir dan penurunan kualitas tidak bisa benar-benar teratasi.
Kepala Divisi Kampanye Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta, Khalisah Khalid, menyebutkan untuk mengatasi bencana banjir yang setiap tahun melanda Jakarta harus dilakukan pengelolaan yang komprehensif dan benar-benar mengenai sasaran.

“Program-program perbaikan mutu Sungai Ciliwung dan sungai-sungai lainnya di Indonesia sifatnya masih berorientasi proyek saja, tidak jelas ke mana arahnya dan tidak menyentuh persoalan mendasar,” ujarnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Khalisah, program dan kebijakan yang selama ini dibuat pemerintah tidak mengakar kuat di masyarakat. Buktinya sedikit sekali masyarakat yang benar-benar mengerti apa yang harus mereka perbuat terhadap sungai itu. “Keterlibatan masyarakat sangat penting karena pada akhirnya merekalah yang langsung menggunakan dan terkena dampak dari sungai itu,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Departemen Kehutanan, Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Pertanian, serta pemerintah daerah yang dilintasi sungai itu telah bersepakat untuk melaksanakan program peningkatan mutu air Sungai Ciliwung.

Rencananya pengelolaan kualitas air Sungai Ciliwung akan berlangsung selama 15 tahun. Sungai Ciliwung dibagi menjadi lima segmen, mulai dari hulu di daerah Bogor-Puncak-Cianjur (Bopunjur) hingga muara di Teluk Jakarta. Dari lima segmen itu kondisi yang paling parah adalah kondisi Sungai Ciliwung di wilayah DKI Jakarta.

Dari kreteria empat kelas sungai pada PP Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, kondisi Ciliwung di DKI Jakarta, tidak termasuk dalam kelas itu, karena terlalu rusak.

Kondisi ini, menurut Khalisah, tidak pernah berubah bahkan terus bertambah rusak, karena tidak ada pengelolaan yang menyeluruh terhadap sungai yang melintas di Jakarta ini.

“Master Plan”

Sementara itu, menurut Asisten Deputi Urusan Pengendalian Kerusakan Sungai dan Danau, Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH), Antung Deddy, saat ini master plan pengelolaan kualitas Sungai Ciliwung sudah jadi dan beberapa program sedang berjalan.

“Semua pihak sudah setuju mengenai program ini, terutama dari KLH, Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Kehutanan, dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Dua program utama yang sedang dijalankan adalah peningkatan mutu wilayah cacthment area di sekitar Bopunjur. “Departemen Kehutanan memprogramkan hutan rakyat dan Departemen Pertanian memprogramkan pertanian ramah lingkungan. Sedangkan untuk meningkatkan kualitas air, KLH dan pemerintah daerah memprogramkan pembuatan septictank komunal,” jelasnya.

Dijelaskan Antung, saat ini semua pihak sudah menganggarkan sejumlah dana untuk kegiatan pemulihan kualitas lingkungan. “KLH sendiri sudah menganggarkan dana sebesar Rp 3 miliar pada tahun 2007 untuk pemulihan kualitas air Sungai Ciliwung,” jelasnya.

Untuk mengatasi permasalahan kuantitas air yang saat ini belum bisa tertampung, rencananya akan dibangun dam di sekitar Gadok, Bogor, Jawa Barat. Namun hal ini belum mendapatkan komitmen dari pemerintah daerah. “Sebenarnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah bersedia menganggarkan dana untuk pembangunan waduk di Jawa Barat itu, namun belum ada kesediaan dari pemerintah setempat untuk melaksanakannya,” jelasnya.

Masalah utama yang ditemui dalam pemulihan kualitas air Sungai Ciliwung adalah tekanan sungai yang besar dari permukiman. “Permukiman ini menjadi masalah yang signifikan, terutama limbah yang dihasilkan dari rumah tangga. Selain itu daerah aliran sungai (DAS) juga berubah fungsi akibat permukiman,” jelasnya.

Ke depan, kata Antung, untuk memperbaiki DAS akan dilakukan penanaman pohon angsana serta normalisasi aliran sungai. Pemerintah pusat akan menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah untuk menyelamatkan sungai.

Selain Sungai Ciliwung, program peningkatan kualitas air juga dilakukan di Sungai Citarum, Cisadane, Citandui, (Jawa Barat), Kali Progo (Jawa Tengah dan DI Yogyakarta) dan Sungai Siak (Riau). Program ini merupakan kelanjutan dari Gerakan Penyelamatan Air Bersih yang pernah dicanangkan Presiden. [K-11]

Sumber: http://www.koalisi.org/detail.php?m=7&sm=14&id=368

Written by airsungaikelassatu2020

November 21, 2008 at 12:21 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: