sungaibersih2020

Sungaiku Bersih Sungaiku Jernih

2001 – Aksi

leave a comment »

MEI 2001

PENANGANAN CILIWUNG LINTAS SEKOTRAL

Pusdatin, 21-03-2001

Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Erna Witoelar, meminta kepada semua pihak agar dalam melakukan rehabilitasi sungai Ciliwung dilakukan secara bersama (lintas sektoral). Menurutnya, tidak bisa peyelesaian Ciliwung dilakukan secara parsial seperti yang dilakukan pada waktu dahulu. “Makanya rehabilitasi sungai harus dilakukan juga dengan berdialog dengan warga masyarakat. Rehabilitasi harus dimulai dari hulu hingga hilir,” jelasnya usai membuka Workshop Ciliwung Urban and River Management di Jakarta (21/03). Seperti diketahui Sungai Ciliwung melintasi tiga propinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten atau diantara enam kotamadya.

Demikian pula halnya dengan penanganan warga yang tinggal di bantaran sungai. Menurutnya, warga tersebut tidak bisa begitu saja dipindahkan. Untuk itu, apabila akan dilakukan relokasi warga yang tinggal di bantaran sungai harus dilakukan dialog dengan warga. “Tidak bisa mereka dipindahkan begitu saja tanpa diberikan alternatif yang lebih baik atau sama,” kata Erna.

Menurut Erna, warga di bantaran sungai Ciliwung bukan satu-satunya penyebab terjadinya pencemaran di sungai. “Bahkan mereka sangat aktif dalam membersihkan sungai dari sampah karena takut kebanjiran,” ujar Erna. Mereka tidak pernah memilih tinggal di bantaran sungai, namun karena adanya unsure keterpaksaan.

Penyebab lainnya juga dari warga masyrakat yang tidak tinggal di bantaran sungai. Dicontohkannya, sungai dijadikan tempat pembuangan sampah baik limbah cair maupun padat. “Truk pengangkut limbah cair banyak yang melakukan pembuangan samaph di sungai Cliwung, atau mungkin masyarakat sendiri yang tidak sadar bahwa dirinya sering membuang sampah di sana,” katanya.

Makanya, menurut Erna, penanganan masalah kali Ciliwung tidak pernah selesai hingga sekarang. Banyak hal yang telah ditangani oleh Pemerintah seperti DKI misalnya, melakukan perbaikan hanya di seputar wilayah kali Ciliwung DKI tanpa memperbaiki wilayah lainnya (di hulu). “Akibatnya, banyak sumber daya yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintah terbuang percuma,” tegas Erna.

Oleh karenanya, Erna meminta agar workshop mengenai penanganan Ciliwung ini bisa menghasilkan suatu langkah yang lebih kongkrit dan tidak hanya sebatas kertas.

Selain itu, Pemerintah Belanda juga bersedia memberikan bantuan studi dalam menangani masalah Ciliwung. Perwakilan Pemerintah Belanda Schroter menyatakan kesanggupannya untuk memberikan bantuan studi kepada Depkimpraswil dan pihak terkait dalam menangani pengungsi. Menurutnya, apa yang terjadi dengan Ciliwung saat ini sudah pernah dialami oleh Pemerintah Belanda ratusan tahun yang lalu, walaupun diakuinya penanganan Ciliwung ini lebih kompleks.

Workshop yang diadakan selama sehari ini, diikuti oleh seluruh pihak terkait sekitar 100 orang yaitu Bapedal, Pemda DKI, Depkimpraswil, Perguruan Tinggi, Bappenas, organisasi profesi dan NGO.

Sumber: http://www.pu.go.id/Humas/infoterkini/ppw2103012.htm

Written by airsungaikelassatu2020

November 19, 2008 at 3:12 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: